Setiap budaya memiliki kisah hantu. Tiongkok memiliki lebih banyak dibanding banyak tempat lain — dan kisah-kisah mereka lebih aneh, lucu, serta lebih kompleks secara moral dibanding tradisi Barat pada umumnya. Hantu-hantu Tiongkok tidak hanya menakuti Anda. Mereka menggoda, menipu, menikahi, menggugat Anda di pengadilan dunia bawah, dan terkadang justru merupakan sosok yang lebih baik daripada manusia yang hidup dalam ceritanya.
Koleksi terbesar cerita supernatural Tiongkok adalah Strange Tales from a Chinese Studio atau Liaozhai Zhiyi (聊斋志异, Liáozhāi Zhìyì) karya Pu Songling (蒲松龄, Pú Sōnglíng) yang ditulis pada akhir abad ke-17. Namun tradisi ini jauh lebih tua dari Pu Songling, dan cerita-cerita yang paling mengakar dalam budaya Tiongkok berasal dari berbagai sumber selama dua milenium.
Berikut adalah cerita-cerita yang paling penting — yang dikenal oleh setiap orang Tiongkok, yang telah diadaptasi menjadi ratusan film, opera, dan serial TV, dan yang masih membentuk cara budaya Tiongkok memandang batas antara yang hidup dan yang mati.
1. Nie Xiaoqian (聂小倩) — Hantu yang Jatuh Cinta
Sumber: Liaozhai Zhiyi (聊斋志异)
Seorang sarjana keliling bernama Ning Caichen (宁采臣, Níng Cǎichén) menginap di sebuah kuil yang ditinggalkan. Seorang wanita cantik bernama Nie Xiaoqian (聂小倩, Niè Xiǎoqiàn) mengunjunginya di malam hari dan berusaha menggoda. Ning, yang luar biasa berbudi luhur, menolak.
Xiaoqian mengungkapkan kebenaran: dia adalah hantu yang diperbudak oleh iblis pohon (树妖, shù yāo) yang memaksanya menggoda pria agar iblis itu bisa menghisap kekuatan hidup mereka. Dia memohon Ning untuk membantunya melarikan diri.
Dengan bantuan seorang pendekar Daoisme bernama Yan Chixia (燕赤霞, Yàn Chìxiá), Ning mengalahkan iblis pohon, mengambil tulang-tulang Xiaoqian, dan memberikan pemakaman yang layak. Dalam beberapa versi, Xiaoqian terlahir kembali sebagai manusia dan menikahi Ning.
Alasan cerita ini bertahan: Cerita ini membalikkan harapan. Hantu adalah korban, bukan penjahat. Monster sebenarnya adalah iblis yang mengendalikannya. Sang pahlawan menang bukan melalui keahlian bertarung tetapi melalui integritas moral — dia menolak godaan, yang memberinya hak untuk membantu.
Adaptasi film tahun 1987, A Chinese Ghost Story (倩女幽魂, Qiànnǚ Yōuhún), dibintangi Leslie Cheung dan Joey Wong, menjadi salah satu film Hong Kong paling berpengaruh.
2. The Painted Skin (画皮, Huà Pí)
Sumber: Liaozhai Zhiyi
Seorang pria bertemu seorang wanita muda cantik di jalan dan membawanya pulang (istri pria itu tidak dimintai pendapat). Suatu malam, dia mengintip ke kamar wanita itu dan melihat seekor iblis jelek memakai kulit manusia yang digambar-gambar, dengan hati-hati menyentuh wajahnya dengan kuas.
Dia melarikan diri ke seorang pendeta Daoisme, yang memberinya kemoceng (fly-whisk) untuk digantung di pintunya. Iblis itu, marah, menanggalkan kulit palsu itu, merobek jantung pria tersebut, dan melarikan diri. Pendeta akhirnya menangkap iblis itu, tapi pria itu mati.
Istrinya yang putus asa mencari bantuan dari seorang pengemis-gila sakti yang membuatnya memakan ludahnya (cerita ini tidak halus dalam simbolismenya). Dia memuntahkan gumpalan yang menjadi jantung baru suaminya, dan dia hidup kembali.
Alasan cerita ini bertahan: "Painted Skin" adalah soal... (terputus dalam artikel asli)