Cerita Hantu dari Folklore Tiongkok: Kisah yang Akan Membuat Anda Terjaga

Tradisi

Cerita hantu Cina adalah salah satu yang tertua di dunia. Tradisi ini telah ada lebih dari dua ribu tahun — dari makhluk supernatural di Shanhaijing hingga Liaozhai Zhiyi karya Pu Songling hingga film horor Cina modern.

Apa yang membedakan cerita hantu Cina dari horor Barat adalah dimensi moralnya. Horor Barat sering bertanya: "Apakah para karakter akan selamat?" Cerita hantu Cina bertanya: "Apa yang dilakukan para karakter untuk pantas mendapatkannya?"

Kulit yang Dicat (画皮)

Seorang sarjana bertemu dengan seorang wanita cantik di jalan dan mengundangnya untuk tinggal di rumahnya. Istrinya curiga. Seorang biksu Daois memperingatkannya bahwa wanita itu adalah iblis. Sarjana tersebut mengabaikan kedua peringatan itu.

Suatu malam, sarjana tersebut mengintip melalui jendela wanita itu dan melihat wujud aslinya — sebuah iblis mengerikan yang melukis kulit manusia, yang kemudian dikenakannya sebagai penyamaran. Sebelum ia bisa melarikan diri, iblis itu membunuhnya dan memakan hatinya.

Moral dari cerita ini bukanlah "iblis itu berbahaya." Melainkan "keinginan membuatmu bodoh." Sarjana itu menerima semua peringatan. Dia mengabaikannya karena iblis itu cantik.

Pengantin Hantu (冥婚)

Di beberapa daerah di Cina, keluarga mengatur pernikahan untuk anak-anak yang sudah meninggal — memasangkan seorang putra yang sudah meninggal dengan seorang putri yang sudah meninggal sehingga tidak ada yang memasuki kehidupan setelah mati sendirian. Praktik ini, yang disebut "pernikahan hantu" (冥婚, mínghūn), telah didokumentasikan hingga abad ke-21.

Kisah pengantin hantu mengeksplorasi horor dari praktik ini: sebuah keluarga membeli mayat perempuan untuk putra mereka yang sudah meninggal, hanya untuk menemukan bahwa arwah mayat itu marah karena dijual. Pengantin hantu menghantui keluarga tersebut, menuntut penghormatan dan otonomi yang ditolaknya saat mati.

Pengganti Hantu Air (水鬼找替身)

Seorang hantu air — arwah seseorang yang tenggelam — terjebak di lokasi tenggelamnya. Satu-satunya cara untuk melarikan diri adalah menemukan pengganti: orang lain yang tenggelam di tempat yang sama.

Cerita ini mengikuti hantu air yang sudah menunggu selama bertahun-tahun. Seorang anak mendekati air. Hantu tersebut bersiap untuk menarik anak itu ke bawah. Namun pada saat terakhir, hantu tersebut melihat ibu anak itu mengawasi dari tepi dan teringat akan ibunya sendiri. Ia membiarkan anak itu pergi — dan tetap terjebak selamanya.

Cerita ini bertanya: apakah pengorbanan diri itu mulia atau bodoh? Hantu tersebut memilih belas kasihan daripada kebebasan. Apakah itu pilihan yang tepat? Lebih lanjut tentang ini di Kisah Hantu Kampus di Cina: Asrama yang dihantui dan Perpustakaan yang terkutuk.

Hantu Tanpa Kepala (无头鬼)

Seorang pelancong menginap di sebuah penginapan dan dikunjungi oleh hantu tanpa kepala. Hantu itu membawa kepalanya di bawah lengan dan meminta bantuan pelancong itu untuk menemukan tubuhnya — yang dikuburkan terpisah dari kepalanya setelah eksekusi.

Pelancong itu membantu hantu tersebut untuk menyatukan kepala dan tubuhnya. Hantu itu, yang merasa berterima kasih, mengungkapkan lokasi harta karun yang terkubur. Pelancong tersebut menjadi kaya.

Moralnya: membantu orang mati akan dihargai. Bakti kepada orang tua dan rasa belas kasihan melampaui batas kematian.

Mengapa Cerita Hantu Bertahan

Cerita hantu Cina...

Tentang Penulis

Pakar Dunia Roh \u2014 Folkloris yang mengkhususkan diri dalam tradisi supernatural Tiongkok dan cerita hantu.

Share:𝕏 TwitterFacebookLinkedInReddit