Rubah Paling Kuat
Rubah Ekor Sembilan (九尾狐, Jiǔwěi Hú) adalah makhluk supernatural paling ikonik dalam mitologi Cina — suatu entitas yang reputasinya telah mengalami salah satu pembalikan paling dramatis dalam sejarah mitologi budaya manapun. Dalam penampilan awalnya, ia adalah simbol damai, kemakmuran, dan restu ilahi. Pada Dinasti Ming, ia telah menjadi makhluk paling berbahaya dan jahat dalam fiksi supernatural Cina, bertanggung jawab atas kehancuran seluruh dinasti.
Perjalanan dari berkah menjadi kutukan memberi tahu kita sesuatu yang penting tentang bagaimana budaya memproses kecemasan mereka tentang kekuasaan, kecantikan, dan agensi perempuan.
Asal Usul Menguntungkan
Dalam teks-teks Cina tertua, rubah ekor sembilan tidak ambigu positif. 山海经 (Shānhǎi Jīng, Klasik Gunung dan Laut) — disusun antara abad ke-4 dan ke-1 SM — menggambarkan rubah ekor sembilan sebagai makhluk yang penampilannya menandakan perdamaian dan kemakmuran di tanah tersebut. Sembilan ekor melambangkan puncak pembudayaan spiritual — pencapaian maksimum dari rubah yang telah menyerap energi spiritual selama ribuan tahun.
Rubah ekor sembilan diasosiasikan dengan istri legendaris Kaisar Yu, Nüjiao (女娇), dalam beberapa catatan awal. Melihat rubah ekor sembilan dianggap sebagai pertanda pemerintahan yang baik dan harmoni sosial. Makhluk ini royal, menguntungkan, dan dihormati.
Apa yang terjadi antara "simbol ilahi" dan "penjahat utama" adalah salah satu transformasi paling mencolok dalam mitologi Cina.
Perubahan Gelap: Daji (妲己)
Reputasi rubah ekor sembilan berubah secara tidak dapat dipulihkan melalui kisah Daji (妲己), seperti yang diceritakan dalam novel Dinasti Ming 封神演义 (Fēngshén Bǎng, Penobatan Para Dewa):
Raja Zhou (纣王), penguasa terakhir Dinasti Shang, menyinggung dewi Nüwa (女娲) dengan menulis puisi sahwat di dinding kuilnya. Nüwa, yang marah, mengirim roh rubah ekor sembilan untuk menyusup ke istana Raja Zhou dan menghancurkan dinastinya dari dalam. Rubah itu merasuki seorang wanita cantik bernama Daji dan menjadi selir raja.
Sebagai Daji, roh rubah: - Menciptakan hukuman "Pembakaran Meriam" (炮烙之刑) — memaksa korban untuk berjalan di atas silinder perunggu yang dilumuri minyak dan digantung di atas kawah api, tergelincir dan jatuh ke dalam api sementara Daji menonton dan tertawa - Menciptakan "Kedalaman Ular" (虿盆) — sebuah lubang yang diisi dengan ular berbisa di mana para pembangkang dilemparkan - Mengubah Raja Zhou untuk sepenuhnya mengabaikan pemerintahan, menghabiskan hari-harinya dalam pesta pora sambil kerajaan mulai hancur - Mengatur eksekusi menteri setia yang mencoba campur tangan
Dinasti Shang jatuh ke tangan Dinasti Zhou, dan Daji ditangkap dan dieksekusi. Roh rubah ekor sembilan terungkap dan dihancurkan. Lebih lanjut tentang ini dalam Roh-Roh Rubah dalam Budaya Cina: Penipu, Kekasih, dan Dewa.
Apa yang Sebenarnya Diji Mei Wakili
Kisah Daji bekerja di banyak level:
Allegori sejarah. Dinasti Shang memang jatuh, dan Raja Zhou (纣王) diingat secara historis sebagai seorang tiran. Roh rubah memberikan sebuah contoh dari pengaruh yang merusak dari kekuasaan yang disalahgunakan.