Akar Folklor Supranatural Cina
Folklor supranatural Cina sangat terkait dengan sejarah dan keragaman budaya bangsa ini, meliputi berbagai kepercayaan pada hantu, roh, dan kehidupan setelah kematian. Meskipun narasi ini bisa berbeda-beda di setiap daerah, mereka memiliki benang merah yang dibentuk oleh konteks sejarah, spiritual, dan sosial. Sebagian besar folklor ini mengambil sumber dari ajaran Konfusianisme dan Taoisme (Daoisme), dengan penekanan pada bakti kepada orang tua (filial piety), penghormatan kepada leluhur, dan menjaga keharmonisan dengan alam serta alam gaib.
Hantu dalam budaya Cina sering dianggap hidup di ruang antara orang yang masih hidup dan yang telah meninggal, berfungsi sebagai pengingat akan urusan yang belum selesai, emosi yang belum teratasi, atau kewajiban keluarga. Kepercayaan ini menekankan pentingnya pemujaan leluhur—ritual yang menghormati anggota keluarga yang telah meninggal dan mengundang roh mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari atau perayaan khusus.
Pertemuan dengan Hantu: Jenis-Jenis Roh dalam Folklor Cina
Dalam ranah folklor supranatural Cina yang luas, terdapat berbagai jenis hantu dan roh yang masing-masing memiliki makna budaya yang berbeda:
1. Benming nian (本命年): Dalam astrologi Cina, Benming nian seseorang—tahun yang sesuai dengan tanda zodiaknya—dapat membawa pertemuan dengan roh gelisah. Dipercaya bahwa mereka yang sedang berada di Benming nian harus mengambil langkah berjaga-jaga untuk menghindari energi negatif dan perjumpaan supranatural.
2. Roh Yin: Roh ini sering dikaitkan dengan individu yang mengalami kematian yang tidak wajar atau peristiwa traumatis. Mereka dipercaya masih tinggal di dunia fana, mencari penyelesaian atau balas dendam atas ketidakadilan yang dialami. Festival, seperti Festival Hantu yang diadakan pada bulan lunar ketujuh, menyoroti kebutuhan untuk menenangkan roh-roh ini melalui persembahan, doa, dan ritual.
3. Roh Pelindung: Tidak semua roh dalam folklor Cina memiliki niat jahat. Banyak komunitas mempercayai roh pelindung, termasuk dewa lokal atau leluhur penjaga yang menjaga rumah, keluarga, bahkan landmark tertentu. Roh-roh ini sering dihormati dengan mendirikan kuil kecil atau melakukan ritual tradisional demi mendapatkan berkah dan perlindungan mereka.
Festival Hantu: Mozaik Budaya dan Kepercayaan
Festival Hantu, atau Zhongyuan Jie (中元节), merupakan acara budaya penting dalam folklor Cina, yang sarat dengan upacara kuno untuk meredakan roh-roh yang berkeliaran dan menghormati leluhur. Festival ini dirayakan pada hari ke-15 bulan ketujuh kalender lunar, dan mencerminkan berbagai kepercayaan dan praktik budaya.
Pada masa ini, keluarga menyiapkan persembahan makanan dan membakar kertas jingga (joss paper), yang merupakan simbol mata uang dan barang material yang ditujukan untuk orang yang telah meninggal. Festival ini juga ditandai dengan pawai lentera dan upacara di kuil-kuil, menegaskan pentingnya menjembatani dunia hidup dan mati. Ritual-ritual ini tidak hanya mencerminkan penghormatan individu terhadap leluhur, tetapi juga merupakan tindakan bersama sebagai bentuk ingatan dan penghormatan.