Dalam mitologi Tiongkok, kematian tidak datang sebagai kerangka bertudung dengan sabit. Kematian datang dalam bentuk dua pria — satu dengan kepala sapi (牛头, Niútóu), satu dengan wajah kuda (马面, Mǎmiàn) — yang muncul di sisi tempat tidurmu, memeriksa dokumen mereka, dan mengantarmu ke dunia bawah.
Kepala Sapi dan Wajah Kuda (牛头马面, Niútóu Mǎmiàn) adalah sosok yang paling dikenal dalam birokrasi alam baka Tiongkok. Mereka bukan hakim, bukan penghukum, bukan iblis dalam pengertian Barat. Mereka adalah pegawai negeri sipil. Pengumpul jiwa. Mereka adalah ekivalen dari petugas pengantar surat di dunia bawah — mereka mengantarkan panggilan, dan kamu tak bisa berkata tidak.
Penampilan mereka memang menakutkan (laki-laki berkepala sapi dan laki-laki berwajah kuda bukan pemandangan yang menenangkan di ambang kematian), namun fungsi mereka netral. Mereka tidak menentukan siapa yang meninggal. Mereka tidak memilih kapan waktunya. Mereka hanya menjalankan perintah yang turun dari Sepuluh Pengadilan Neraka.
Asal-usul
Kepala Sapi dan Wajah Kuda muncul dalam agama rakyat Tiongkok setidaknya sejak zaman Dinasti Tang (618–907 M), meskipun asal mereka mungkin lebih tua. Mereka adalah perpaduan beberapa tradisi:
Pengaruh Buddhisme: Konsep penjaga neraka (地狱卒, dìyù zú) berasal dari deskripsi Buddhis tentang dunia bawah, di mana iblis berwajah binatang bertugas sebagai penjaga dan penegak hukum.
Simbolisme hewan Tiongkok: Sapi (牛, niú) dan kuda (马, mǎ) adalah hewan pekerja — kuat, dapat diandalkan, dan terkait dengan kerja keras. Menjadikan mereka pekerja dunia bawah konsisten dengan peran mereka di dunia nyata.
Logika birokrasi: Dunia bawah membutuhkan staf. Seseorang harus mengumpulkan jiwa-jiwa. Kepala Sapi dan Wajah Kuda mengisi peran ini seperti petugas pengadilan di dunia nyata.
Penampilan dan Ciri-ciri
| Ciri | Kepala Sapi (牛头) | Wajah Kuda (马面) | |---|---|---| | Kepala/wajah | Kepala sapi pada tubuh manusia | Wajah kuda pada tubuh manusia | | Postur tubuh | Besar dan berotot | Tinggi dan kurus | | Senjata | Trisula atau garpu besi | Rantai atau tali | | Kepribadian | Tegas, lugas | Sedikit lebih licik | | Pakaian | Jubah pejabat neraka | Jubah pejabat neraka | | Peran | Pengawal utama | Pengawal kedua / pengekang |Mereka selalu muncul berpasangan. Dalam seni, mereka biasanya digambarkan mengapit seorang jiwa — Kepala Sapi di satu sisi, Wajah Kuda di sisi lain, dengan jiwa di tengah yang tampak ketakutan.
Cara Kerja Mereka
Proses pengumpulan jiwa, sebagaimana dijelaskan dalam tradisi rakyat:
1. Perintah turun Birokrasi dunia bawah menentukan bahwa umur seseorang (寿命, shòumìng) telah habis. Surat perintah kematian dikeluarkan.
2. Kepala Sapi dan Wajah Kuda menerima tugas Mereka diberikan nama orang tersebut, lokasi, dan waktu kematian. Mereka melanjutkan perjalanan ke dunia manusia.
3. Pengumpulan jiwa Pada waktu yang ditentukan, Kepala Sapi dan Wajah Kuda muncul di sisi tempat tidur orang yang sekarat. Dalam beberapa versi, hanya orang yang sekarat yang dapat melihat mereka. Dalam versi lain, orang di sekitarnya mungkin merasakan kehadiran dingin atau melihat bayangan.
Mereka menyerahkan surat perintah kematian. Jiwa memisah dari tubuh. Kepala Sapi dan Wajah Kuda mengiringi jiwa menuju dunia bawah.