Tempat Paling Berhantu di Tiongkok: Cerita Hantu dan Legenda

Tempat Paling Berhantu di Tiongkok: Cerita Hantu dan Legenda

Lanskap luas Tiongkok menyimpan banyak lokasi di mana batas antara yang hidup dan yang mati semakin tipis. Selama ribuan tahun, tempat-tempat berhantu ini telah mengumpulkan lapisan cerita rakyat supernatural, sejarah tragis, dan fenomena yang tidak dapat dijelaskan. Dari desa yang ditinggalkan hingga istana kekaisaran, tempat-tempat ini terus memikat para percaya dan skeptis dengan kisah-kisah menakutkan tentang 鬼 (guǐ, hantu) dan roh yang gelisah.

Kota Terlarang: Hantu Kekaisaran Beijing

Istana Keanggunan Berkumpul

Kota Terlarang, tempat tinggal 24 kaisar selama dinasti Ming dan Qing, berdiri sebagai salah satu lokasi paling berhantu di Tiongkok. Di dalam 980 bangunannya, 储秀宫 (Chǔxiù Gōng, Istana Keanggunan Berkumpul) memiliki reputasi khusus. Di sinilah Permaisuri Zhen, kekasih Kaisar Guangxu, menemui akhir tragisnya pada tahun 1900.

Menurut catatan sejarah dan cerita hantu yang terus berlanjut, Permaisuri Cixi memerintahkan agar permaisuri muda itu dijatuhkan ke dalam sumur saat tentara asing mendekati Beijing selama Pemberontakan Boxer. Para penjaga dan pengunjung melaporkan melihat seorang wanita berpakaian dinasti Qing di dekat sumur, wajahnya pucat dan basah kuyup. Beberapa mengklaim mendengar jeritan putus asa yang bergema dari kedalaman pada malam hari, sementara yang lain menggambarkan sensasi luar biasa seolah didorong ke tepi sumur.

Fenomena Dinding Hantu

Para penjaga keamanan yang berpatroli di Kota Terlarang setelah jam tutup melaporkan fenomena 鬼打墙 (guǐ dǎ qiáng, "hantu memukul dinding")—sebuah kejadian supernatural di mana orang menjadi bingung dan berjalan dalam lingkaran, tidak dapat menemukan jalan keluar meskipun mengetahui rutenya. Pengalaman ini, yang sangat berakar dalam cerita rakyat Tiongkok, menunjukkan bahwa 游魂 (yóu hún, roh yang berkeliaran) dengan sengaja membingungkan yang hidup, menjebak mereka dalam lingkaran tanpa akhir.

Para penjaga malam menggambarkan melihat sosok bayangan berpakaian kuno meluncur melalui halaman, hanya untuk menghilang saat didekati. Suara langkah kaki hantu, wanita yang menangis, dan bahkan suara gesekan jubah sutra telah didokumentasikan dalam laporan insiden, mendorong pihak berwenang untuk melarang siapa pun tetap berada di kompleks setelah gelap.

Kota Hantu Fengdu: Alam Orang Mati

Ibu Kota Dunia Bawah Tiongkok

Terletak di Gunung Ming di sepanjang Sungai Yangtze, 丰都鬼城 (Fēngdū Guǐchéng, Kota Hantu Fengdu) mewakili manifestasi fisik dari dunia bawah Tiongkok. Kompleks kuil dan tempat suci kuno ini, yang berasal dari hampir 2.000 tahun yang lalu, menggambarkan perjalanan yang harus dilalui roh melalui 十殿阎罗 (Shí Diàn Yánluó, Sepuluh Pengadilan Neraka).

Reputasi situs ini sebagai tempat berkumpulnya roh berasal dari tradisi Taois dan Buddha yang mengidentifikasikannya sebagai pintu masuk ke 地府 (dìfǔ, dunia bawah). Para pengunjung harus melintasi 奈何桥 (Nàihé Qiáo, Jembatan Ketidakberdayaan), di mana legenda menyatakan bahwa jiwa baik menyeberang dengan aman sementara jiwa jahat jatuh ke dalam air merah darah di bawah, dimakan oleh iblis.

Pertemuan Modern

Meskipun—atau mungkin karena—transformasinya menjadi objek wisata, Fengdu terus menghasilkan laporan supernatural. Para fotografer sering menangkap 鬼火 (guǐhuǒ, cahaya hantu atau cahaya kunang-kunang) dalam gambar mereka, muncul sebagai bola atau garis cahaya yang tidak dapat dijelaskan. Para pengunjung menggambarkan penurunan suhu mendadak di area tertentu, terutama di dekat patung 牛头马面 (Niútóu Mǎmiàn, Kepala Sapi dan Wajah Kuda), penjaga menakutkan yang mengantar jiwa untuk diadili.

Penduduk setempat berpendapat bahwa selama 清明节 (Qīngmíng Jié, Festival Menyapu Makam) dan 中元节 (Zhōngyuán Jié, Festival Hantu), batas antara dunia sepenuhnya larut. Mereka melaporkan melihat prosesi sosok transparan menaiki gunung, dan mendengar jeritan jiwa yang menjalani hukuman di pengadilan neraka.

Chaonei No. 81: Mansion Berhantu di Beijing

Rumah Berhantu Paling Terkenal

Di jantung distrik Chaoyangmen di Beijing berdiri 朝内大街81号 (Cháonèi Dàjiē 81 Hào, Jalan Chaonei No. 81), sebuah mansion Barok Prancis yang hancur yang telah mendapatkan gelar sebagai bangunan paling berhantu di Tiongkok. Dibangun pada tahun 1910, struktur tiga lantai ini telah ditinggalkan selama beberapa dekade, jendelanya gelap dan gerbangnya dirantai.

Legenda yang paling persisten melibatkan selir seorang pejabat Kuomintang yang menggantung diri di bangunan tersebut setelah ditinggalkan ketika Nasionalis melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949. 冤魂 (yuān hún, roh yang teraniaya) nya konon masih ada, mencari balas dendam atau mungkin hanya tidak dapat melanjutkan dari nasib tragisnya.

Eksplorasi Perkotaan dan Pertemuan Supernatural

Meskipun ada larangan resmi dan langkah-langkah keamanan, para penjelajah perkotaan telah menyusup ke mansion tersebut, mendokumentasikan pengalaman mereka secara online. Cerita mereka menggambarkan:

- Seorang wanita berpakaian 旗袍 (qípáo, cheongsam) muncul di jendela lantai atas - Musik piano hantu bergema di ruangan kosong - Kegagalan peralatan mendadak dan pengurasan baterai - Perasaan ketakutan yang luar biasa dan sensasi diawasi - Goresan dan tanda yang tidak dapat dijelaskan muncul di tubuh para penjelajah

Reputasi bangunan ini tumbuh begitu intens sehingga menginspirasi film horor 2014 "The House That Never Dies," yang mendramatisasi legenda-legenda tersebut. Pihak berwenang telah meningkatkan keamanan, tetapi reputasi gelap mansion ini hanya semakin intensif dengan setiap tahun yang berlalu.

Kuil Taois Laoshan: Roh Gunung dan Iblis Rubah

Gunung Suci dan Penghuni Supernatural

崂山 (Láo Shān, Gunung Laoshan) di Provinsi Shandong telah berfungsi sebagai pusat spiritual Taois selama lebih dari 2.000 tahun. Kuil dan biara di puncak berkabut menciptakan suasana di mana yang supernatural terasa nyata. Gunung ini terkenal dengan 狐仙 (húxiān, roh rubah), entitas yang dapat berubah bentuk yang muncul secara mencolok dalam cerita rakyat Tiongkok.

Cerita klasik "Taois Laoshan" oleh Pu Songling menggambarkan bagaimana roh rubah menghuni gunung-gunung ini, kadang-kadang mengambil bentuk manusia untuk berinteraksi dengan—atau menipu—manusia. Pengunjung modern melaporkan melihat bayangan mirip rubah melesat di antara pepohonan, jauh lebih besar daripada rubah biasa, dan mendengar tawa feminin yang

Tentang Penulis

Pakar Dunia Roh \u2014 Folkloris yang mengkhususkan diri dalam tradisi supernatural Tiongkok dan cerita hantu.

Share:𝕏 TwitterFacebookLinkedInReddit