Festival Hantu (Zhongyuan Jie): Panduan Lengkap

Festival Hantu (Zhongyuan Jie): Panduan Lengkap

Pendahuluan: Ketika Tirai Antara Dunia Menipis

Setiap tahun pada hari kelima belas bulan lunar ketujuh, sesuatu yang luar biasa terjadi di komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Gerbang dunia bawah terbuka lebar, dan roh-roh orang yang telah meninggal diberikan cuti selama sebulan untuk mengunjungi yang hidup. Ini adalah Zhongyuan Jie (中元節, Zhōngyuán Jié), yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Festival Hantu atau Festival Hantu Lapar—salah satu perayaan yang paling signifikan dan atmosferik dalam budaya Tionghoa.

Berbeda dengan Halloween di Barat, yang memperlakukan hal-hal supernatural dengan ketidakseriusan yang menyenangkan, Zhongyuan Jie dirayakan dengan penghormatan yang tulus dan dosis hati-hati yang sehat. Ini adalah waktu ketika batas antara yang hidup dan yang mati menjadi permeabel, ketika roh leluhur kembali ke rumah mencari kenyamanan, dan ketika hantu lapar—mereka yang tidak memiliki keturunan untuk merawat mereka—berkelana bebas mencari makanan dan pengakuan.

Festival ini mewakili persimpangan yang menarik antara tradisi Taoisme, Buddhisme, dan agama rakyat, masing-masing memberikan lapisan makna dan praktik yang berbeda. Memahami Zhongyuan Jie memberikan wawasan mendalam tentang sikap Tionghoa terhadap kematian, kewajiban keluarga, keadilan karmis, dan hubungan rumit antara dunia yang terlihat dan tidak terlihat.

Asal Usul dan Signifikansi Agama

Dasar Taoisme: Zhongyuan dan Tiga Pejabat

Dalam kosmologi Taoisme, tahun dibagi menjadi tiga periode kritis yang diatur oleh Sanguan (三官, Sānguān)—Tiga Pejabat atau Tiga Yang Murni. Para birokrat surgawi ini mengawasi surga, bumi, dan air masing-masing:

- Shangyuan (上元, Shàngyuán) pada hari ke-15 bulan lunar pertama, ketika Pejabat Surgawi memberikan berkah - Zhongyuan (中元, Zhōngyuán) pada hari ke-15 bulan lunar ketujuh, ketika Pejabat Bumi mengampuni dosa - Xiayuan (下元, Xiàyuán) pada hari ke-15 bulan lunar kesepuluh, ketika Pejabat Air menyelesaikan kesialan

Zhongyuan, festival tengah, adalah ketika Pejabat Bumi turun ke dunia fana untuk mengevaluasi perbuatan baik dari yang hidup dan yang mati. Ini adalah hari ketika pengampunan dapat diberikan, utang karmis diselesaikan, dan jiwa dibebaskan dari penderitaan. Tradisi Taoisme menekankan ini sebagai waktu untuk perhitungan moral dan pemurnian spiritual.

Kontribusi Buddhis: Legenda Mulian

Dimensi Buddhis dari Festival Hantu berpusat pada cerita Mulian (目連, Mùlián), yang dikenal dalam bahasa Sanskerta sebagai Maudgalyayana, salah satu murid Buddha yang paling setia yang terkenal karena kekuatan supernaturalnya.

Menurut legenda, Mulian menggunakan kemampuannya untuk mencari ibunya yang telah meninggal di alam setelah mati. Dengan terkejut, ia menemukan ibunya menderita di Hungry Ghost Realm (餓鬼道, èguǐ dào), salah satu dari enam alam keberadaan dalam kosmologi Buddhis. Ibunya telah dikutuk di sana karena keserakahan dan kurangnya belas kasih selama hidupnya. Ia muncul kurus kering, dengan tenggorokan setipis jarum dan perut buncit karena kelaparan—deskripsi klasik dari egui (餓鬼, èguǐ), atau hantu lapar.

Mulian mencoba memberinya makan, tetapi makanan apa pun yang mendekati bibirnya terbakar menjadi api. Dalam keadaan putus asa, ia mencari nasihat Buddha. Buddha menjelaskan bahwa karma ibunya terlalu berat untuk diatasi oleh satu orang saja. Ia menginstruksikan Mulian untuk memberikan persembahan kepada Sangha (僧伽, sēngqié)—komunitas para biksu—pada hari kelima belas bulan ketujuh, ketika mereka menyelesaikan retret musim panas mereka. Kebaikan kolektif yang dihasilkan dari tindakan dermawan ini akan cukup kuat untuk membebaskan ibunya dari siksaan.

Mulian mengikuti instruksi ini, dan ibunya dibebaskan. Cerita ini menjadi dasar untuk praktik Buddhis Yulanpen (盂蘭盆, Yúlánpén), yang berarti "Ullambana" atau "menyelamatkan mereka yang tergantung terbalik"—sebuah referensi untuk penderitaan makhluk di alam bawah.

Agama Rakyat: Memberi Makan Hantu Lapar

Sementara Taoisme dan Buddhisme memberikan kerangka teologis, agama rakyat Tionghoa menambahkan elemen praktis yang hidup yang mendefinisikan festival hari ini. Kepercayaan rakyat berpendapat bahwa selama bulan lunar ketujuh, gerbang Diyu (地獄, Dìyù)—dunia bawah Tionghoa—terbuka sepenuhnya, melepaskan semua roh.

Roh leluhur dengan keturunan yang hidup kembali ke rumah untuk menerima persembahan. Namun festival ini juga mengakui guhun yegui (孤魂野鬼, gūhún yěguǐ)—jiwa kesepian dan hantu liar—mereka yang meninggal tanpa keturunan, meninggal secara kekerasan, atau tidak pernah dikuburkan dengan benar. Roh-roh ini berpotensi berbahaya, didorong oleh kelaparan, kebencian, dan keputusasaan. Yang hidup harus menenangkan mereka dengan persembahan untuk mencegah kerusakan atau bahaya.

Perayaan Tradisional dan Ritual

Mempersiapkan Bulan Hantu

Seluruh bulan lunar ketujuh dianggap sebagai Guiyue (鬼月, Guǐyuè)—Bulan Hantu—dengan hari kelima belas sebagai puncaknya. Persiapan dimulai pada hari pertama ketika gerbang dibuka:

Altar Rumah: Keluarga mendirikan altar yang rumit dengan foto-foto kerabat yang telah meninggal, bunga segar, membakar dupa, dan makanan favorit dari yang telah pergi. Beberapa keluarga menempatkan kursi di depan altar, secara simbolis mengundang leluhur untuk duduk dan makan.

Persembahan Leluhur: Persembahan tradisional termasuk buah segar, makanan yang dimasak (sering kali hidangan favorit dari yang telah meninggal), teh, anggur, dan kertas joss (紙錢, zhǐqián)—uang roh yang akan dibakar untuk menyediakan mata uang di alam setelah mati. Persembahan kertas yang lebih rumit mungkin termasuk rumah, mobil, pelayan, elektronik, dan bahkan kartu kredit—semua yang diperlukan untuk kehidupan setelah mati yang nyaman.

Hari Festival Utama: Hari Kelima Belas Bulan Ketujuh

Upacara Kuil: Kuil Buddhis dan Taois mengadakan upacara pudu (普渡, pǔdù) yang rumit—ritual keselamatan universal. Para biksu dan pendeta melantunkan sutra, melakukan ritual, dan memberikan persembahan untuk mengurangi penderitaan semua makhluk di alam bawah. Yulanpen Hui (盂蘭盆會, Yúlánpén Huì)—Perayaan Ullambana—adalah perayaan Buddhis utama, di mana para pengikut membuat persembahan.

Tentang Penulis

Pakar Dunia Roh \u2014 Folkloris yang mengkhususkan diri dalam tradisi supernatural Tiongkok dan cerita hantu.

Share:𝕏 TwitterFacebookLinkedInReddit